Untuk membangun masyarakat terdidik, masyarakat yang cerdas, maka mau tidak mau harus merubah paradigma dan sistem pendidikan. Formalitas dan legalitas tetap saja menjadi sesuaut yang penting. Formalitas dan legalitas tetap saja menjadi sesuatu yang penting, akan tetapi perlu diingat bahwa substansi juga bukan sesuatu yang bisa diabaikan hanya untuk mengejar tataran formal saja. Maka yang perlu dilakukan sekarang bukanlah menghapus formalitas yang telah berjalan melainkan menata kembali sistem pendidikan yang ada dengan paradigma baru yang lebih baik. Dengan pradigma baru, praktek pembelajaran akan digeser menjadi pembelajaran yang lebih bertumpu pada teori kognitif dan konstuktivistik. Pembelajarn akan berfokus pada pengembangan kemapuan intelektual yang berlangsung secara sosial dan kultural, mendorong siswa membangun pembahaman dan pengetahuannya sendiri dalam konteks sosial, dan belajar dimulai dari pengetahuan awal dan perspektif budaya. Tugas belajar didesain menantang dan menarik untuk mencapai derajat berpikir tingkat tinggi (Kamdi, 2008).
Dalam salah satu sambutannya, Mendiknas memberikan arah kebijakan mendasar dalam meletakkan kerangka bagi pembangungan masa mendatang. Dalam kesempatan tersebut dikemukakan bahwa paradigma pendidikan kita tidak sekedar menempatkan manusia sebagai alat produksi. Manusia harus dipandang sebagai sumber daya yang utuh. Pendidikan tidak boleh terjebak pada teori-teori ekonomi neoklasik, suatu teori yang menempatkan manusia sebagai alat-alat produksi, di mana penguasaan iptek bertujuan menopang kekuasaan dan kepentingan kapitalis. “Saya akan membawa pendidikan sebagai proses pembentukan manusia Indonesia seutuhnya “ (Kamdi, 2008:2).
Kelemahan terbesar dari lembaga-lembaga pendidikan dan pembelajran kita menurut Purwasasmita (2002: 132) karena pendidikant idak memiliki basis pengembangan budaya yang jelas. Lembaga pendidikan kita hanya dikembangankan berdasarkan model ekonomik untuk menghasilkan/membudaya manusia pekerja (abdi dalem) yang sudah disetel menurut tata nilai ekonomi yang berlatar (kapitalistik), sehingga tidak mengherankan bila keluaran pendidikan kita menjadi manusia pencari kerja dan tidak berdaya, bukan manusia kreatif pencipta keterkaitan kesejahteraan dalam siklus rangkaian manfaat yang seharusnya menjadi hal yang paling esensial dalam pendidikan dan pembelajaran.
Pemikiran-pemikiran yang positif memberikan arahan bahwa sudah selayaknya jika dunia pendidikan diarahkan pada upaya transformasi dan pengembangan prinsip-prinsip secara komprehensip dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Kepada pra peserta didik perlu diberi bekal pengetahuan serta nilai-nilai dasar sebagai suatu pendangan hidup yang sangat berguna untuk mengarungi kehidupan dalam masyarakat pluralis, baik dari aspek etnisitas, kultural, maupun agama. Jika dunia pendidikan berhasil melaksanakan tugas ini, maka pada gilirannya masyarakat kita di masa depan makin lama akan berkembang menjadi masyarakat yang berkualitas secara intelektual dan moral. Namun sebaliknya, jika gagal, maka kita tidak bisa berharap generasi di masa depan akan mampu menampilkan sosok bangsa yang cerdas serta mampu menjunjung nilai-nilai luhur budayanya.
Dalam proses pembelajan misalnya, pengembangan suasan kesetaraan melalui komunikasi dialogis yang transparan, toleran dan tidak arogan seharusnya terwujud di dalam aktivitas pembelajaran. Suasana yang memberi kesempatan luas bagi setiap peserta didik untuk berdialog dan mepertanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan diri dan potensinya. Hal ini menjadi sangat penting karena para pendidik juga adalah pemimpin yang harus mengakomodasi berbagai pertanyaan dan kebutuhan peserta didik secara transparan, toleran dan tidak arogan, dengan mebuka seluas-lusanya kesempatan-kesempatan dialog kepada peseta didik (Parkey 1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin yang mampu menumbuhkan suasana dialogis, kesetaraan dan tidak arogan atau nondefensif serta selalu beruapa mendorong sikap positif, akan dapat mendorong keefektifan proses pembelajaran (Goldmisth, 1996: 236). Para pendidik maupun peserta didik, sesuai dengan kapasitanya, harus berusaha untuk mampu saling menghargai dan menghormati pendapat atau pandangan orang lain. Karna itu suasana pendidikan harus diciptakan dalam rangka mengembangkan dialog-dialog kreatif dimana setiap peserta didik diberi kesempatan yang sama untuk diskusi, berdebat, mengajukan dan merespon berbagai persoalan yang muncul dalam setiap kegiatan pembelajaran. Yang terpenting adalah bahwa setiap orang diberi kesempatan untuk menjadi sebijaksana mungkin menurut kemampuannya masing-masing. Suasa kesetaraan perlu dikembangankan dengan berorientasi pada upaya mendorong peserta didik agar mampu menyelesaikan berbagai perbedaan yang ada di antara sesama secara harmonis dan rasional.
Dalam proses pembelajran, pengembangan potensi-potensi siswa harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Pengembangan potensi siswa secara tidak seimbang pada giliriannya menjadikan pendidikan cenderung lebih penduli pada pengembangan satu aspek kepribadian terentu saja, bersifat partikular dan parsial. Padahal sesungguhnya pertumbauhan dan perkembangan siswa merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh semua sekolah dan guru, dan itu berarti sangat keliru jika guru hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pelajaran pada bidang studinya saja (Gordon, 1997: 8). Guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bahgsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diiginkan. Dari dimensi tersebut, peranan guru sluit digantikan oleh yang lain (Supriadi: 1998). Karenanya dalam proses pembelajaran di kelas, guru tidak cukup hanya berbekal pengetahuan berkenaan dengan bidang studi yang diajarkan, akan tetapi perlu memperhatikan aspek-aspek pembelajaran secara holistik yang mendukung terwujudnya pengembangan potensi-potensi peserta didik.
Menteri Pendidikan Nasional, melalui sambutannya pada seminar lokakarya nasional FORMOPPI – Balitbang Diknas 19 April 2005, bahkan mengemukakan bahwa secara fisiologis pendidikan ditangngan untuk melakukan redefinisi tentan tujuan, fungsi, dan hakikat pendidikan yang berperan sebagai “human educational for all human being”. Pendidikan harus memiliki keseimbangan dalam perannya membangun peserta didiks ebagai warga dunia, warga bangsa dan warga masyarakat. Dengan demikian, secara fisiologis arah pendidikan harus menyeimbangankan antara perkembangan golbal di satu sisi dan dan akar budaya dalam konteks lokal di sisi yang lain. Demikian pula arah pendidikan harus menyeimbangkan antara hal-hal yang akan berdimensi masa depan dengan hal-hal yang dimensi masa kini. Menurutnya secara substansi, arah pendidikan harus membekali peserta didik dengan kompetensi yang bersifat subject matter dan kompetensi lintas kurikulum (cross-curriculer competencies) yang diperlukan. Kompetensi subject matter berkaitan dengan mata pelajaran yang harus benar-benar dipilih oleh satuan pendidikan sebagai dasar peserta didik untuk memahami dan mengembangkan kompetensi didirnya. Kompentensi lintas kurikulum adalh kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan peserta didik sebagai individu, yang baik secara implisit mauun eksplisi terkait dengan berbagai mata pelajaran. Kemampuan lintas kurikulum yang sangat diperlukan antara lain kemampuan memecahkan masalah, komunikasi, hubungan sosial dan interpersonal, kemandirian, etika dan estetika. Kompetensi-kompetensi lintas kurikulum tersebut tidak dapat dipelajari secara spesifik melalui mata pelajaran, tetapi merupakan kemampuan yang diperoleh secara holistik dan integratif antar mata pelajaran. Dalam kehidupan yang semakin komplkes seringkali kompetensi lintas kurikulum merupakan instrumen yang sangat penting untuk dapat bertahan hidup (survival kit).
Secara pedagogis arah pendidikan terkait dengan pengembangan pendekatan dan metadologi proses pendidikan dan pembelajaran yang memanfaatkan berbagai sumber belajar (multi learning resources). Kehadiran teknologi informasi dan komuniksai dalam kehidupan telah mengubah pradigma pendidikan yang menembpatkan guru sebagai fasilitator dan agen pembelajaran di mana peserta didik dapat memiliki akses yang seluas-luasnya kepada beragam media untuk kepentingan pendidikannya.
so... apa komentar Anda.... :p
Submit Website to Search Engines - Add URL
Kamis, 27 Oktober 2011
Rabu, 26 Oktober 2011
Paradigma Alternatif Pembelajaran
Banyak pandangan yang memberiakn arah baru terhadap proses dan dimensi-dimensi pendidikan yang semakin mendorong terjadinya perubahan konsep dan cara pandang terhadap eksistensi pembelajaran sehingga dapat dijadikan sebagai kerangka berpikir di dalam memahami lebih dalam persoalan-persoalan pembelajaran.Dengan mengkaji paradigma alternatif pembelajaran ini pula para pendidik atau calon pendidik diharapkan dapat memandang sesuau masalah, mengambil tindakan / keputusan yang terkait dengan praktik pembelajaran secara arif sehingga upaya pengembangan potensi pserta didik sebagai muara dari seluruh kegiatan pembelajaran dapat menjadi terarah dan pada akhirnya dapat dioptimalisasi sebagaimana diharapkan.
Pengkajian paradigma alternatif ini akan memberikan bekal dasar di dalam mengkaji bagaian-bagian lebih lanjut dari uraian buku ini yang memungkinkan berkembangnya nuansa-nuansa baru pembelajaran yang lebih inovatif.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, maka dalam artikel ini akan dipaparkan tentang beberapa dimensi yang terkait dengan paradima alternatif pembelajaran, yaitu: perlunya paradima alternatif pembelajaran, belajar sebagai pilar utama pendidikan, pembelajaran sebagai proses pemberdayaan diri, konstruktivisme sebagai paradima pembelajaran alternatif. Terkait dengan bahasan terebut, maka artikel ini memuat:
Perlunya Paradigma Alternatif Pembelajaran
Kedudukan Pembelajaran sebagai Pilar Utama Pendidikan
Pembelajaran sebagai Proses Pemberdayaan Diri
Paradigma Konstruktivisme dalam Pembelajaran
Anda dapat mengikuti link artikel tersebut (maklum... agak banyak, jadi saya pecah.... :)
Submit Website to Search Engines - Add URL
Label:
Konsep,
Metode Pembelajaran,
Pembelajaran,
Pendidikan
Lokasi:
Tanggung Gunung, Indonesia
Perhitungan Subnetting IPv4
Konsep Perhitungan Subnetting?
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host-Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu?
Ya, “/24” diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).
Pertanyaan berikutnya adalah, Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting?
Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnetting Pada IP Address Class C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti :
Subnetting Pada IP Address Class B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (counter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
Subnetting Pada IP Address Class A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas.
Submit Website to Search Engines - Add URL
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host-Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu?
Ya, “/24” diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).
Jika masih bingung, Anda perlu mempelajari lagi konversi bilangan Biner ke bilangan Desimal.Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah, Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting?
Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnetting Pada IP Address Class C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti :
11111111 . 11111111 . 11111111 . 11000000 (255.255.255.192)Penghitungan: Seperti sudah disebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
- Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet.
- Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host.
- Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnetting Pada IP Address Class B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (counter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 2^2 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^14 – 2 = 16.382 host
- Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 2^9 = 512 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2^7 – 2 = 126 host
- Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
- Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnetting Pada IP Address Class A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 2^8 = 256 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2^16 – 2 = 65534 host
- Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas.
Submit Website to Search Engines - Add URL
Lokasi:
Tanggung Gunung, Indonesia
Selasa, 25 Oktober 2011
Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting (Bagian 2)
Mengapa perlu Subnetting?Sebenarnya subnetting itu apa? Dan kenapa harus dilakukan?
Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.
Gambar 1 : Jl. Gatot Subroto
Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge/kemampuan sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:
Gambar 2 : Jl. Gatot Subroto dengan gang-gang
Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang.
Yang pertama analogi Jl. Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS(nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.
Gambar 3 : Gambaran Network 192.168.1.0
Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.Gambar 4 : Gambaran Network 192.168.1.0 dengan beberapa subnet
Terus apa itu SUBNET MASK?
Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASK-nya. Jl. Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal, bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:
Penjelasan tentang IP Address dapat Anda lihat di artikel saya sebelumnya: Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting (Bagian 1)Subnetmask
Nilai subnetmask untuk memisahkan network id dengan host id. Subnetmask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah suatu jaringan yang dimaksud adalah termasuk jaringan lokal atau non lokal.
Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.Gambar 6 : Subnetmask default untuk masing-masing kelas A, B, C dalam biner
Jangan bingung membedakan antara subnet mask dengan IP address. Sebuah subnet mask tidak mewakili sebuah device atau networkdi internet. Subnet mask digunakan untuk menandakan bagian mana dari IP address yang digunakan untuk menentukan network ID. Anda dapat langsung dengan mudah mengenali subnet mask, karena octet pertama pasti 255, oleh karena itu 255 bukanlah octet yang valid untuk IP address class.
Terdapat aturan-aturan dalam membuat Subnet Mask:- Angka minimal untuk network ID adalah 8 bit. Sehingga, oktet pertama dari subnet pasti 255.
- Angka maksimal untuk network ID adalah 30 bit. Anda harus menyisakan sedikitnya 2 bit untuk host ID, untuk mengizinkan paling tidak 2 host. Jika anda menggunakan seluruh 32 bit untuk network ID, maka tidak akan tersisa untuk host ID. Ya, pastilah nggak akan bisa. Menyisakan 1 bit juga tidak akan bisa. Hal itu disebabkan sebuah host ID yang semuanya berisi angka 1 digunakan untuk broadcast address dan semua 0 digunakan untuk mengacu kepada network itu sendiri. Jadi, jika anda menggunakan 31 bit untuk network ID dan menyisakan hanya 1 bit untuk host ID, (host ID 1 digunakan untuk broadcast address dan host ID 0 adalah network itu sendiri) maka tidak akan ada ruang untuk host sebenarnya. Makanya maximum network ID adalah 30 bit.
- Karena network ID selalu disusun oleh deretan angka-angka 1, hanya 9 nilai saja yang mungkin digunakan di tiap octet subnet mask (termasuk 0). Tabel berikut ini adalah kemungkinan nilai-nilai yang berasal dari 8 bit.
Gambar 7 : Subnetmask biner dan desimal
Baca juga artikel berikut: Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting (Bagian 1)
Lokasi:
Tanggung Gunung, Indonesia
Sabtu, 07 Mei 2011
Sekilas Mengenal Java

Bagian awal ini akan mengajak Anda untuk mengenal lebih dekat bahasa pemrograman Java. Lebih khusus lagi, kita akan mengeksplorasi komponen-komponen fundamental yang perlu sekali diketahui dan dipahami dengan baik. Selain itu, bagian ini juga akan mengulas secara garis besar tentang fitur-fitur baru Java versi 5.0 dan 6. Diharapkan uraian ini nantinya dapat membantu memudahkan Anda ketika ingin mengungkap rahasia-rahasia Java selanjutnya.
Apa Itu Java?
Tentunya Anda tidak asing lagi dengan nama Java, sebuah bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Sun Microsystems. Di bagian awal ini, kita akan mengulas tentang sekilas Java yang ditinjau dari aspek lingkungan pengembangan dan produk. Diharapkan ulasan ini nantinya dapat memperjelas terminologi ataupun pernyataan-pernyataan yang kerap kali membingungkan, terutama bagi yang baru mengenal Java. Lingkungan Pengembangan
Dalam mendiskusikan Java, kiranya penting sekali untuk membedakan antara bahasa pemrograman Java, Java Virtual Machine, dan platform Java. Bahasa pemrograman Java adalah bahasa yang digunakan untuk menghasilkan aplikasi-aplikasi Java. Pada umumnya, bahasa pemrograman hanya mendefinisikan sintaks dan perilaku bahasa.
Pada saat program Java dikompilasi, ia akan dikonversi ke bentuk bytecode, yang merupakan bahasa mesin yang portable. Selanjutnya, bytecode tersebut dijalankan di Java Virtual Machine (atau disebut Java VM atau JVM). Meskipun JVM dapat diimplementasikan langsung di perangkat keras, namun biasanya diimplementasikan dalam bentuk program perangkat lunak yang mengemulasi mesin (komputer) dan digunakan untuk menginterpretasi bytecode.
Platform dapat didefinisikan sebagai perangkat lunak pendukung untuk aktivitas-aktivitas tertentu. Platform Java sendiri pada prinsipnya berbeda dengan bahasa Java atau JVM. Platform Java adalah himpunan kelas-kelas Java yang sudah didefinisikan sebelumnya dan eksis sejak instalasi Java. Platform Java juga mengacu pada lingkungan runtime atau API (Application Programming Interface) Java.
Pada saat program Java dikompilasi, ia akan dikonversi ke bentuk bytecode, yang merupakan bahasa mesin yang portable. Selanjutnya, bytecode tersebut dijalankan di Java Virtual Machine (atau disebut Java VM atau JVM). Meskipun JVM dapat diimplementasikan langsung di perangkat keras, namun biasanya diimplementasikan dalam bentuk program perangkat lunak yang mengemulasi mesin (komputer) dan digunakan untuk menginterpretasi bytecode.
Platform dapat didefinisikan sebagai perangkat lunak pendukung untuk aktivitas-aktivitas tertentu. Platform Java sendiri pada prinsipnya berbeda dengan bahasa Java atau JVM. Platform Java adalah himpunan kelas-kelas Java yang sudah didefinisikan sebelumnya dan eksis sejak instalasi Java. Platform Java juga mengacu pada lingkungan runtime atau API (Application Programming Interface) Java.
Edisi Java
Guna mencakup lingkungan-lingkungan aplikasi yang berbeda, Sun mendefinisikan 3 (tiga) edisi Java.- J2ME (Java 2 Micro Edition)
Edisi ini ditujukan bagi lingkungan dengan sumber daya terbatas, seperti smartcard, ponsel, dan PDA. - J2SE (Java 2 Standard Edition)
Edisi ini ditujukan bagi lingkungan workstation, seperti pembuatan aplikasi-aplikasi dekstop. - J2EE (Java 2 Enterprise Edition)
Edisi ini ditujukan bagi lingkungan Internet atau aplikasi terdistribusi dalam skala besar.
edisi dari yang tertinggi ke rendah adalah J2EE, J2SE, dan J2ME.
Versi Java
Ada hal yang menarik dan perlu kita cermati mengenai versi-versi Java yang telah dirilis. Sun menggunakan dua jenis versi untuk mengidentifikasikan rilis Java, yaitu versi produk dan versi developer. Seperti kita ketahui, versi terbaru saat ini adalah versi 6 (versi produk) atau versi 1.6.0 (versi developer), dengan nama kode Mustang. Sejak tahun 2006, Sun juga menyederhanakan penamaan platform dengan tujuan untuk mencerminkan tingkat kematangan, stabilitas, skalabilitas, dan sekuriti yang lebih baik. Jika penamaan versi sebelumnya adalah Java 2 Platform, Standard Edition 5.0 (J2SE 5.0), maka sekarang disederhanakan menjadi Java Platform, Standard Edition 6 (Java SE 6, atau lebih sering disebut Java 6).
Jumat, 06 Mei 2011
Sirsak: Tanaman Herbal Ajaib Untuk Kemoterapi (Melawan Kanker)

Kasiat buah sirsak untuk pengobatan alternatif sudah tidak diragukan lagi. Sirsak selain untuk pengobatan herbal penyakit seperti Ambeien, Sakit Kandung Air Seni, Bayi Mencret, Anyang-anyangen, Sakit Pinggang, Bisul, juga dikenal untuk obat alami penyembuhan kanker dan kemoterapi.
Studi di Purdue University membuktikan bahwa jika pohon ajaib dan buah sirsak ini bisa:
- Daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
- Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
- Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
- Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
- Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan kemoterapi yang biasa digunakan.
- Tidak seperti terapi kemo, sari daun ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.
- Siapkan 10 lembar daun sirsak, lalu cuci bersih.( dalam 10 lembar daun, cukurannya dicampur antara besar dengan yang kecil).
- Kemudian rebuslah daun sirsak tersebut dengan 3 gelas air.
- Setelah mendidih kecilkan api dan biarkan menguap selama +/- 20 menit sampai air tinggal 1 gelas.
- Air sisa rebusan diminum, sehari 1 – 2 kali.
- Tomat diketahui dapat mengobati kanker prostat, dengan cara mengonsumsi tomat yang sudah direbus.
- Cabe merah diketahui dapat mencegah kanker usus besar jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
- Biji anggur juga diketahui memiliki senyawa anti kanker, karenanya kalau mengonsumsi anggur cari yang memiliki biji dan makan bersama kulitnya.
- Daun sirih merah diketahui sebagai anti kanker payudara dengan cara direbus.
- Temulawak diketahui memiliki zat aktif cursil yang bersifat sebagai anti inflamasi, anti liver dan juga anti kanker.
Submit Website to Search Engines - Add URL
Mengubah/Menghapus Nama Label/Kategori pada Blogspot Secara Otomatis
Jika Anda terlanjur membuat suatu nama label atau kategori pada web blog Anda (khusus Blogger), dan ingin mengubah/menghapusnya tanpa mempengaruhi isi artikel, Anda dapat mempraktikkan tips berikut.Contoh seperti, Anda telah memberi label - jaringan - dan ingin merubahnya/menghapus menjadi label - Jaringan Komputer -.dan semua secara otomatis label - jaringan - akan berubah menjadi label - Jaringan Komputer -.
Demikian pula jika ingin menghapus label - jaringan - semua label - jaringan - akan menghilang dan anda jangan kwatir karena tidak akan berpengaruh ke artikel (artikel yang sudah diposting tidak terhapus, hanya label yang terhapus).
- Login dulu ke blog Anda (klik di sini)
- Klik Edit Entri atau Edit
Posting - Klik label yang akan dirubah/dihapus sebelah kiri
menu label - Klik Select All atau pilih artikel yang ingin diubah/dihapus labelnya
- Dari Label Actions / aksi label (klik panah kebawah)
- Pilih Mau dihapus (
delete label) atau diganti (new label) - Isi dengan nama label baru jika yang dipilih new label dan jika mau dihapus tunggu sesaat label akan terhapus secara otomatis
- Selesai
- Silakan Mencoba !
Submit Website to Search Engines - Add URL
Langganan:
Postingan (Atom)















